Daftar Blog Saya

Kamis, 21 April 2016

Puisi Karya Chairil Anwar Beserta Biodatanya

Kali ini saya ingin membagikan Puisi karya Chairil Anwar, dari buku "Apresiasi dan Kajian Puisi" Mari simak Puisi dan bidatanya :)

Krawang - Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Krawang - Bekasi

Tidak bisa lagi teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,

Terbayang kami maju dan berdegap hati

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati Muda. Yang tinggal tulang diliputin debu.

Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa

Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tualang-tulang berserakan

Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan dan harapan

Atau tidak untuk apa-apa

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak.

Biodata Chairil Anwar

Chairil Anwar dilahirkan di Medan, Sumatra Utara, 26 Juli 1922 dan meninggal di Jakarta, 28 April 1949. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin dinobatkan sebagai pelopor agkatan 45. Karya-karyanya: Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan yang Putus (1949), Deru Campur Debu (1949), Tigak Menguak Takdir (1950; bersama Asril Sani dan Rivai Apin), Aku Ini Binatang Jalang (1986), Derai-derai Cemara (1998).

Selasa, 19 April 2016

Pejabat Tak Peduli

Kali ini saya akan memberikan contoh puisi, puisi yang saya buat sendiri. walaupun saya tidak bisa membuat puisi, setidaknya saya pernah mencoba. Puisi ini dibuat karena pelajaran B. Indonesia yang mengharuskan semua siswa membuat puisi masing - masing, jadi mau tidak mau yaa harus dikerjakan. Selamat membaca puisinya....



Pejabat Tak Peduli


Lihatlah para pejabat
Yang hanya mementingkan dirinya sendiri
Mereka...
Mereka yang selalu bekerja
Tapi bukan untuk rakyatnya
Melainkan untuknya sendiri
Terlalu banyak pejabat yang seperti itu
Dan hanya sedikit Pejabat yang peduli
Kami...
Para rakyat yang menanti kesadaran
Dari para Pejabat yang tak peduli