Kali ini saya ingin membagikan Puisi karya Chairil Anwar, dari buku "Apresiasi dan Kajian Puisi" Mari simak Puisi dan bidatanya :)
Krawang - Bekasi
Kami yang kini terbaring antara Krawang - Bekasi
Tidak bisa lagi teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
Terbayang kami maju dan berdegap hati
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati Muda. Yang tinggal tulang diliputin debu.
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tualang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak.
Biodata Chairil Anwar
Chairil Anwar dilahirkan di Medan, Sumatra Utara, 26 Juli 1922 dan meninggal di Jakarta, 28 April 1949. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin dinobatkan sebagai pelopor agkatan 45. Karya-karyanya: Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan yang Putus (1949), Deru Campur Debu (1949), Tigak Menguak Takdir (1950; bersama Asril Sani dan Rivai Apin), Aku Ini Binatang Jalang (1986), Derai-derai Cemara (1998).
Daftar Blog Saya
Kamis, 21 April 2016
Selasa, 19 April 2016
Pejabat Tak Peduli
Kali ini saya akan memberikan contoh puisi, puisi yang saya buat sendiri. walaupun saya tidak bisa membuat puisi, setidaknya saya pernah mencoba. Puisi ini dibuat karena pelajaran B. Indonesia yang mengharuskan semua siswa membuat puisi masing - masing, jadi mau tidak mau yaa harus dikerjakan. Selamat membaca puisinya....
Pejabat Tak Peduli
Lihatlah para pejabat
Yang hanya mementingkan dirinya sendiri
Mereka...
Mereka yang selalu bekerja
Tapi bukan untuk rakyatnya
Melainkan untuknya sendiri
Terlalu banyak pejabat yang seperti itu
Dan hanya sedikit Pejabat yang peduli
Kami...
Para rakyat yang menanti kesadaran
Dari para Pejabat yang tak peduli
Langganan:
Postingan (Atom)